Gallery

Commercial Banking in a Free Society : A Critical Review

Commercial Banking in a Free Society :

A Critical Review

 

 

Short Initial Summary

Keadilan untuk institusi masyarakat bebas  didapat hanya melalui lembaga yang dapat menemukan jalan yang lebih baik dalam menangani kelangkaan (scarcity) barang dan pengetahuan, dan meningkatkan kesejahteraan material dan non material.

Ada empat area dimana kebebasan bank komersial di Amerika dibatasi/terlarang, yaitu :

1. Seperangkat hak istemewa yang ditarik dengan keberadaan bank sentral pemerintah, terutama alat pembayaran yang dikeluarkan oleh bank swasta.

2.  Lokasi geografis

3.  Hubungan antara bank dan lembaga bukan bank.

4.  Kewajiban asuransi/penjaminan deposito

Dalam masyarakat bebas salah satu yang diharapkan bank adalah menghasilkan alat pembayaran mereka sendiri yang akan bersaing dalam bisnis pengguna uang. Meski sedikit aneh, hidup dalam perekonomian dengan hanya satu alat pembayaran sesungguhnya tidak begitu berbeda dari kondisi saat ini.

Karena sistem perbankan masyarakat bebas akan mendapatkan pasokan uang secara benar, maka hal ini juga akan menghindarkan masalah ekonomi makro yaitu inflasi dan deflasi yang terjadi dari sistem perbankan tidak bebas.

Ada bukti sejarah yang menunjukkan bahwa negara dengan produksi alat pembayaran/mata uang yang kurang diatur akan sedikit bank yang gagal dan membuat stabil ekonomi makro.

Dalam menciptakan monopoli mata uang, bank sentral memberlakukan pembatasan lain yang tidak akan ada dalam masyarakat bebas. Contohnya adalah bank sentral mewajibkan bank untuk memenuhi tingkat minimum cadangannya. Persyaratan mengenai cadangan akan melindungi masyarakat dalam hal mendapatkan informasi yang akurat mengenai portfolio bank.

Interstate Banking

Pemikiran secara umum terhadap terhadap perbankan dalam masyarakat bebas adalah bank mempunyai kedudukan hukum yang sama dengan perusahaan lain.

Di Amerika sangat sulit bagi bank untuk membuka cabang di negara-negara bagian. Hukum dan peraturan menginginkan interstate banking didirikan pada tingkatan negara bagian dan berbeda antar negara bagian. Meskipun banyak negara bagian yang membebaskan hukum ini, perbankan yang full nationwide tetap saja tidak exist. Akibatnya bank secara tidak didiversifikasi secara cukup sebab bank-bank tersebut diikat terlalu ketat terhadap industri yang spesifik dalam suatu negara bagian.

Glass-Steagall Restrictions

Glass-Steagall Restrictions merupakan peraturan yang melarang sebuah lembaga atau firma untuk memiliki bank komersial dan bisnis non bank secara bersamaan. Aturan ini mencegah bank menjual asuransi atau underwriting securities. Dalam masyarakat bebas kita berharap menemukan supermarket keuangan yang dapat memenuhi semua kebutuhan keuangan (perbankan, asuransi, investasi) dalam satu perusahaan, hal ini  dapat memberikan keuntungan yaitu efisiensi dan meberikan pelayanan lebih baik kepada konsumen.

Private Deposit Insurance

Bank dalam masyarakat bebas memilih sendiri untuk memakai asuransi deposito dalam menjamin konsumen. Bank memilih masuk dalam kesapakatan interbank mutual aid atau penjamin melalui clearinghouses.

Article Critique

Dalam artikel yang berjudul “Commercial Banking in a Free Society” yang ditulis oleh Steven Horwitz ini secara umum sudah dapat memberikan gambaran yang cukup jelas bagi pembaca mengenai perbankan komersial dalam hubungannya memberikan pelayanan bagi masyarakat bebas dengan beberapa faktor yang menjadi kendala yaitu hukum dan peraturan yang ditetapkan pemerintah Amerika.

Namun menurut kami harus ada penyempurnaan dalam memberikan pengertian dan konsep-konsep dasar tentang bank dan peraturan pemerintah secara lebih lengkap dan menyentuh permasalahan, untuk itu  kami akan mencoba memberikan kritik.

Yang pertama adalah : Commercial Banking , Steven Horwitz sebaiknya memberikan pengetahuan dasar tentang layanan keuangan dari bank komersial dan regulasi terhadap bank komersial, hal yang perlu ditambahkan antara lain :

–  Layanan yang diberikan commercial bank saat ini: time and saving deposits, equipment leases, credit life insurance, financial advice and counseling, safekeeping of valuables, transfer of securities, credit guarantees, underwriting of custom-issued securities.

–  Peraturan terhadap bank komersial yang diterapkan pemerintah di tingkat federal dan state : 1) The chartering of new bank; 2) The establishment of branch offices; 3) The excercise of trust power; 4) The formation of holding companyand mergers; 5) The offering of new financial services; 6) The adequacy of bank capital; 7) The quantity and quality of loans and investments; 8) The level of cash reserves; 9) The maximum fees that can be charged on loans and selected other services in some state.

Dalam artikel ini Steven Horwitz hanya menekankan peraturan nomor 2, 5, 8, seharusnya untuk menambah aspek pembahasan masalah akan  lebih baik jika menyinggung peraturan yang lain.

Kedua : Interstate Banking , artikel Horwitz tidak menjelaskan banyak mengenai interstate banking yang meliputi costs and benefits dan regulasinya , Berikut ini akan kami ulas sedikit mengenai interstate banking.

Costs and Benefits : Ada tiga dimensi yang penting yaitu : (1) efeknya pada konsentrasi, kompetisi, dan efisiensi sistem perbankan; (2) efek terhadap aliran kredit dan tabungan; dan (3) efek terhadap risiko dalam perbankan.

Dominasi sistem perbankan oleh organisasi perbankan yang besar memerlukan skala ekonomi yang signifikan dalam industri perbankan. Skala ekonomi dan hubungan antara biaya bank dengan ukuran bank adalah cukup konsisten dan menunjukkan bahwa bank yang besar memiliki keuntungan dalam hal biaya dibandingkan dengan bank yang berskala kecil. Dengan adanya interstate branching akan mengurangi biaya operasi, seperti pengeluaran overhead dan management dapat dikurangi dengan mengkonversi subsidiary bank dalam holding companies menjadi kantor cabang.

Interstate banking dapat mengalirkan dana tabungan dari pedesaan ke daerah kota, namun sistem perbankan nationwide juga dapat menimbulkan pemusatan dana dengan jalan yang tidak dikehendaki secara sosial. Sebaliknya, pendukung interstate banking menyatakan bahwa masuknya bank di pasar  daerah baru akan meningkatkan aliran kredit pada pasar tersebut. Interstate bank tidak terbatas pada investasi lokal, dan dapat menempatkan sejumlah dana di pasar uang dan pasar modal nasional maupun internasional, melalui pembelian sekuritas dan hubungan koresponden dengan dengan bank besar.

Regulasi dalam interstate banking : McFadden Act adalah federal law yang melarang bank untuk membuka cabang interstate, dan hukum federal lainnya yaitu Douglas amendement terhadap Bank Holding Company Act melarang pemilik interstate bank untuk menyeberang ke negara bagian lain bila jika hukum negara bagian setempat tidak mengijinkan kepemilikan bank di wilayahnya.

Tipe Hukum Interstate Banking : ada dua yaitu : Resiprocity law dan geographic extent of coverage. Resiprocity artinya negara bagian hanya mengijinkan masuknya bank dari luar negara bagian tersebut jika negara bagian lain menerima masuknya bank tersebut. Kebanyakan negara bagian memilih resiprocity.

Ketiga : Glass-Steagall Restriction (G-S), artikel ini akan lebih mudah dan jelas untuk dipahami apabila ditambahkan lebih lengkap lagi mengenai faktor-faktor yang menyebabkan Glass-Stealgall Restriciton ini muncul dan disahkan kongres menjadi Banking Act of 8751933. Dan untuk memperjelas kajian mengenai G-S sebaiknya diberikan gambaran atau pandangan dari pihak pro dan kontra terhadap Banking Act ini.

Pihak yang pro : yaitu pihak yang mendukung bank komersial memasuki investment banking, dengan alasan : 1) dapat meningkatkan kompetisi dalam industri sekuritas; 2) dapat mengurangi cost dalam menghasilkan jasa keuangan; 3) pengaruh persaingan dan pasar global memaksa bank Amerika untuk menggabungkan commercial bank dengan investment bank, jika tidak bank-bank Amerika tersebut tidak akan kompetitif dalam persaingan industri perbankan di dunia; 4) dapat menyerap kembali share mereka dalam pasar kredit corporate.

Pihak yang kontra : yaitu pihak yang menentang pencabutan atau pengurangan Glass-Steagall, dengan alasan : 1) Merger bank komersial dengan bank investasi akan memperbesar risiko kegagalan bank; 2) dapat menimbulkan conflict of interest dan self-dealing, yang akan memberikan andil dalam kehancuran bank; 3) akan menimbulkan peningkatan konsentrasi, monopoli sumberdaya keuangan, dan mengurangi persaingan.

Keempat : Private Deposit Insurance, tulisan Steven Horwitz tidak memberikan gambaran pelaksanaan penjaminan deposito dan  lembaga yang menjamin asuransi deposito di Amerika.

Terjadinya kehancuran perbankan Amerika selama tahun 1920-1930 karena resesi ekonomi, ditandai dengan penurunan jumlah bank dari 30,000 di tahun 1920 menjadi 14,000 di tahun 1940. Kegagalan atau bangkrutnya bank tentu akan akan merugikan pihak kreditur, untuk itu kongres Amerika menciptakan suatu sistem penjaminan deposit melalui Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC).

Ketika terjadi peningkatan jumlah bank yang gagal di tahun 1980, kongres menanggapinya dengan mengeluarkan Garn-St Germain Depository Institutions Act of 1982. Setelah itu pada tahun 1987 kongres meluluskan Competitive Equality in Banking Act of 1987 yang memberikan kekuatan kepada FDIC untuk mengambil alih bank yang jatuh  dan mengatur interstate mergers yang melibatkan bank yang jatuh tersebut. Akhirnya pada tahun 1991 Kongres menyetujui FDIC Improvement Act.

Kelima : Keseluruhan aritikel “Commercial Banking in a Free Society” hasil tulisan dari Steven Horwitz ini akan dapat lebih sistematis dan mencapai tujuannya bila di akhir artikel tersebut diberikan conclusion dan implikasi mengenai harapan masyarakat bebas untuk memperoleh layanan commercial banking dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang, dan kesiapan bank dalam memberikan jasanya dalam era persaingan dan pasar global.

Reference

Rose, P.S., and Kolari, J.W. (1995) “Financial Institutions : Understanding and Managing Financial Services “. Fifth Edition. USA : Irwin

Edwards, F. (1993) “ Financial Markets in Transition—or the Decline of Commercial Banking .” In Changing Capital Markets: Implications for Monetary Policy. Federal Reserve Bank of Kansas City.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s