Gallery

Shalat Dhuha

Shalat Dhuha

Disunnahkan mengerjakan shalat Dhuha, sekitar jam 07.00 sampai menjelang waktu shalat Zhuhur.

 

 

Niatnya: “USHALII SUNNATADH DHUHAA RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA”

Artinya: “Saya berniat shalat sunnah dhuhaa dua raka’at karena ALLAH Ta’ala”.

Suratnya: Rakaat 1 : Al Faatihah + Ad Dhuha/Al Kafirun (qulya) Rakaat 2 : Al Faatihah + Al Qadar/Al Ikhlaash (Qulhu)

Bacaannya setelah salam:

Hadiah Pada Nabi

1. ILAA HADHRATIN NABIYYIL MUSHTHAFAA RASUULILLAAHI SAW.      Al Faatihah 1x

Artinya : Teruntuk kepada junjungan nabi terpilih utusan Allah, semoga ALLAH mencurahkan keselamatan dan kesejahteraan atasnya. Al Fatihah.

2. ‘ALLAHAADZIHIN NIYYAH WA LIKULLI NIYYATIN SHAALIHAH ILAA ……(nama) NIAT………Al Faatihah 1x

Artinya: Melalui niat dan dengan niat yang baik kepada (nama)………(niat)…….   Al Fatihah.

3. Al Ikhlaash (QULHU) 3x, AL FALAQ 1x, AN NAAS 1x,

AYAT KURSI 1x

4. DZIKIR 3x

5. AYAT 1000 DINAR 3x

WAMAYYATTAQILLAAHA YAJ’ALLAHUU MAKHRAJAA WA YARZUQHU MIN HAITSU LAA YAHTASIB. WAMAY YATAWAKKAL ALLALLAAHI FAHUWA HASBUHUU INNALLAAHA BAALIGHU AMRIHII QAD JA’ALALLAAHU LIKULLI SAYI-IN QADRAA.

Artinya: Barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya diberi-Nya kelapangan dan diberi-Nya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan barang siapa bertawakkal kepada ALLAH, niscaya akan dicukupkan-Nya segala keperluan. Sesungguhnya ALLAH sangat tegas dalam perintah-Nya dan Dialah yang mentakdirkan segala sesuatu.

6. Surat AL INSYIRAAH 3x (Alam Nasyrah)

Rizqi dan Lapang Dada

BISMILLAHIR RAHMAANIR RAHIIM ALAM NASYRAH LAKASHADRAK. WA WADHA’NAA ‘ANKA WIZRAK. ALLADZII ANQADHA ZHAHRAK. WARAFA’NAA LAKA DZIKRAK. FA INNA MA’AL ‘USRI YUSRAA. INNA MA’AL ‘USRI YUSRAA. FA IDZAA FARAGHTA FANSHAB. WA ILAA RABBIKA FARGHAB.

Artinya : Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad) dan Kami meringankan bebanmu yang berat. Yang memberatkan punggungmu, dan Kami tinggikan namamu. Maka sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan, sesungguhnya dibalik kesukaran ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan) maka kerjakanlah (urusan yang lain) dengan sungguh-sungguh, dan hanya kepada Tuhanmu hendaklah engkau berharap.

7. SHALAWAT-SHALAWAT

a. THIBBIL QULUUB 3x (untuk kesehatan)

ALLAHUMA SHALLI’ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN THIBBIL QULUUB, WA DAWAA-IHAA, WA’AAFIATIL ABDAANI WA SYIFAA-IHAA, WA NUURIL ABSHAARI WA DHIYAA-IHAA WA’ALAA AALIHII WA SHAHBIHII WA SALLIM.

Artinya: Ya ALLAH, semoga Engkau menambah rahmat bagi junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dokter hati dan obatnya, serta obat untuk badan, dan menyembuhkannya, dan cahaya mata dengan penglihatannya, semoga Engkau memberikan juga rahmat bagi keluarganya dan bagi para sahabatnya dan semoga ALLAH menambah berkah dan keselamatan.

b. NUR (Cahaya) 3x

ALLAAHUMMA SHALI ‘ALAA NUURIL ANWAAR, WA SIRRIL ASRAAR WA TIRYAAQIL AGHYAAR WA MIFTAAHI BAABIL YASAAR. SAYYIDINAA MUHAMMADINIL MUKHTAAR, WA AALIHIL ATHHAR, WA ASHAABIHIL AKHYAAR ‘ADAD NI’AMILLAAHI WA IFDHAALIH.

Artinya: Ya ALLAH limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, rahasia dari semua rahasia, dan yang menyinari semua kebingungan serta kuncinya pintu kemudahan, yaitu junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang terpilih, dan kepada keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang terpilih, sebanyak bilangan ni’mat, ALLAH dan anugerah-Nya.

8. DOA SHALAT DHUHA

ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA WAL JAMAALA JAMAALUKA WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA, ALLAAHUMMA INKAANA RIZQII FIS SAMAA-I FA ANZILHU, WA IN KAANA FIL ARDHI FA AKHRIJHU, WA IN KAANA FIL MAA-I WAL BAHRI FA ATHLI’HU, WA IN KAANA AAJILAN FA’AJJILHU, WA IN KAANA MU’ASSIRAN FAYASSIRHU, WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA IN KAANA KATSIIRAN FABAARIKLII FIIHI WA AU SHILHU ILAYYA HAITSSU KUNTU, WALAATANQULNII ILAIHI HAITSU KAANA. WAJ’AL YADIYAL ‘ULYAA BIL I’THAA-I WALAA TAJ’AL HASSUFLAA BIL OSTI’THAA-I INNAKA ‘ALAA KULLI SAY-IN QADIIR, BIHAQQI DHUHAA-IKA WABAHAA-IKA, WA JAMAALIKA, WA QUWWATIKA, WAQUDRATIKA, WA’ISHMATIKA WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BIKA, AATINII MAA AATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN. WASHALLALLAAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘AALIHI WA SHOHBIHII WASALLAM, WALHADU LILLAAHI WABBIL ‘AALAMIN.

Artinya : Ya ALLAH, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan itu kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu dan perlindungan itu perlindungan-Mu. Ya ALLAH jika rizkiku masih di atas langit, turunkanlah, jika ada di dalam bumi keluarkanlah, jika di dalam air dan laut maka munculkanlah, jika lambat maka cepatkanlah, jika sukar mudahkanlah. Jika haran, sucikanlah. Dan jika banyak maka berkahilah aku padanya dan sampaikanlah kepadaku dimana saja aku berada, dan janganlah ia dipindahkan kemanapun, dan jadikanlah kedua tanganku di atas untuk memberi, dan jangan dijadikan di bawah untuk minta diberi. Sesungguhnya Engkau mengetahui atas segala sesuatu. Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, kekuasaan dan perlindungan-Mu, dan tiada daya dan kekuatan kecuali dari-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh. Shalawat dan sala semoga Engkau curahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Segala puji bagi ALLAH Tuhan semesta alam.

9. SURAT

a. ADH-DHUHAA

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM WADH DHUHAA. WAL LAILI IDZAA SAJAA. MAA WADDA’AKA RABBUKA WA MAA QALAA. WA LAL AAKHIRATU KHAIRUL LAKA MINAL UULAA. WA LASAUFA YU’THIIKA RABBUKA FATARDHAA. ALAM YAJIDKA YATIIMAN FA AAWAA. WA WAJADAKA DHAALLAN FAHADDA. WA WAJADAKA ‘AA-ILAN FA AGHNAA. FA AMMAL YATIIMA FALAA TAQHAR. WA AMMAS SAA-ILA FALAA TANHAR. WA AMMAA BINI’MATI RABBIKA FAHADDITS.

Artinya: Dengan nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Demi waktu dhuha (matahari naik), dan malam apabila gelap (sunyi). Tiadalah Tuhanmu meninggalkanmu dan tidak(pula) Dia benci. Dan sesungguhnya yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada permulaan. Dan sesungguh-Nya Tuhanmu akan memberi kepadamu (kemenangan) sehingga engkau ridha (senang hati). Bukankah Dia dapati engkau dalam keadaan tiada tahu jalan lalu Dia menunjukki. Dan Dia dapati engkau dalam keadaan berkekurangan lalu Dia member kecukupan.

b. AL-QADR (Kemuliaan)

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM INNAA ANZALNAAHU FII LAILATIL QADR. WA MAA ADRAAKA MAA LAILATUL QADR. LAILATUL QADRI KHAIRUM MIN ALFI SYAHR. TANAZZALUL MALAA-IKATU WARRUUHU-FIIHAA BI IDZNI RABBIHIM MIN KULLI AMR. SALAAMUN HIYA HATTAA MATHLA’IL FAJR.

Artinya : Dengan nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada Lalilatul Qadar. Dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Malaikat dan Ruh (Jibril) turun pada malam itu dengan izin Tuhannya membawa segala perintah. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s