Riset – Contoh Studi Kelayakan Bank

STUDI KELAYAKAN USAHA DAN

RENCANA KERJA

PT. BANK …………………………………………..

KANTOR FUNGSIONAL UKM

KOTA SALATIGA



DAFTAR ISI

                                                                                                                                                                Halaman

 Latar Belakang  ………………..…………………………………………………………………………………………………………………..

Orientasi Daerah ………………………………………………………………………………………………………………………

Rencana Kerja  ………………………………………………………………………………………………………………………….

Proyeksi Keuangan  …………………………………………………………………………………………………………………..

Lampiran




LATAR BELAKANG

Pengembangan peranan perbankan dalam menyumbang pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi masyarakat merupakan langkah pemerintah yang tepat. Kehadiran Perbankan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang jelas lebih memfokuskan pada masyarakat kalangan menengah ke bawah merupakan usaha perluasan pelayanan perbankan. Hal ini disadari karena pangsa pasar masyarakat usaha menengah ke bawah merupakan pasar yang cukup potensial dan prospektif yang belum sepenuhnya tersentuh oleh pelayanan bank umum, serta usaha mikro dan kecil ini terbukti lebih memiliki ketahanan (resistance) terhadap adanya krisis moneter dan ekonomi.

Tinjauan potensi pasar Kota Salatiga yang berada dalam wilayah Propinsi Jawa Tengah yang berbatasan dan dikelilingi Kabupaten Semarang merupakan daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Kota Salatiga mempunyai luas wilayah 56.78 km² dengan jumlah penduduk pada tahun 2009 sebanyak 170.024jiwa. Kota Salatiga dilihat dari kondisi fisiknya kian ramai, maju dan terus berkembang sebagai salah satu jalur utama lalu lintas bisnis dan perdagangan kota besar yaitu Semarang, Solo dan Yogyakarta. Pertanian dan agribisnis, Industri, perdagangan, peningkatan sarana dan prasarana wilayah, serta permukiman (real estate/perumahan) mewarnai suasana perekonomian masyarakat di Kota Salatiga.

Dari data ini maka Kota Salatiga merupakan daerah yang mempunyai potensi pasar yang baik bagi penyaluran kredit UKM Bank ……… Salatiga.

Menyadari kondisi di atas maka rencana pembukaan Kantor Fungsional UKM Bank ……… Salatiga di Jalan Kemiri Kauman  Salatiga  akan dapat memberikan sumbangan yang nyata bagi pemerataan ekonomi, kemakmuran masyarakat setempat sebagai mitra usaha yang harmonis.

Sementara itu penerapan sistem dan manajemen yang dilaksanakan secara profesional dan dapat dipercaya masyarakat dalam Kantor Fungisional UKM – Salatiga akan mampu menampilkan sosok Bank yang sehat, berkualitas dan memenuhi harapan masyarakat.

ANALISIS POTENSI EKONOMI DAERAH

Potensi Ekonomi Wilayah Kota Salatiga

Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah salah satu indikator potensi ekonomi suatu wilayah. Berdasarkan PDRB juga dapat diukur pertumbuhan ekonomi, baik secara sektoral maupun keseluruhan.

PDRB Kota Salatiga menurut Harga yang Berlaku dan Harga Konstan 2000 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1

PENDAPATAN DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT HARGA YANG BERLAKU KOTA SALATIGA

Tahun 2006-2009

(dalam Rp.000.000)

Sektor

Tahun

2006

2007

2008

2009

Petanian

Pertambangan dan Penggalian

Industri

Listrik Gas dan Air

Bangunan

Perdagangan, hotel & Restoran

Angkutan dan Komunikasi

Perbankan & Lemb. Keuangan

Jasa-jasa

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

76.949

863

251.617

83.307

74.677

242.100

157.078

137.250

347.198

85.074

948

273.701

96.485

86.218

279.806

177.287

158.603

383.036

89.024

988

284.382

100.437

98.218

306.226

195.069

174.433

412.006

PDRB

1.370.166

1.541.171

1.660.786

Pertumbuhan

12,48%

7,76%

Sumber : BPS Kota Salatiga

Dari tabel 1 dapat kita lihat bahwa:

a.      PDRB menurut Harga yang Berlaku Kota Salatiga mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 10,12% per tahun.

b.      Perekonomian Kota Salatiga dari tahun ke tahun semakin meningkat.

c.       Sektor Perbankan merupakan sektor ekonomi yang memberikan kontribusi yaitu pada urutan ke 5 sebesar 10,5%.

Tabel berikut di bawah adalah PDRB Kota Salatiga menurut Harga Konstan 2000:

Tabel 2

PENDAPATAN DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT HARGA KONSTAN 2000

KOTA SALATIGA

Tahun 2006-2009

(dalam Rp.000.000)

Sektor

Tahun

2006

2007

2008

2009

Petanian

Pertambangan dan Penggalian

Industri

Listrik Gas dan Air

Bangunan

Perdagangan, hotel & Restoran

Angkutan dan Komunikasi

Perbankan & Lemb. Keuangan

Jasa-jasa

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

47.952

524

168.536

39.898

44.114

150.996

118.950

74.450

147.256

51.150

525

171.332

43.952

47.746

159.005

127.110

80.439

150.902

51.498

526

175.969

44.461

52.400

168.304

133.785

85.945

156.561

PDRB

792.680

832.154

869.452

Pertumbuhan

4.97%

4.48%

Sumber : BPS Kota Salatiga

Dari tabel 2 dapat kita lihat bahwa:

a.      PDRB menurut Harga Konstan 2000 Kota Salatiga mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 4.73 % per tahun.

b.      Sektor Perbankan merupakan sektor ekonomi yang memberikan kontribusi yaitu pada urutan ke 5 sebesar 9.89%.

Tabel berikut adalah untuk melihat kontribusi masing-masing sektor ekonomi terhadap pembentukan PDRB Kota Salatiga:

Tabel 3

DISTRIBUSI PERSENTASE PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 KOTA SALATIGA

Tahun 2006-2009

(dalam %)

Sektor

Tahun

Rata-rata

2006

2007

2008

2009

Petanian

Pertambangan dan Penggalian

Industri

Listrik Gas dan Air

Bangunan

Perdagangan, hotel & Restoran

Angkutan dan Komunikasi

Perbankan & Lemb. Keuangan

Jasa-jasa

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

5.36

0.06

17.12

6.05

5.91

18.44

11.75

10.50

24.81

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

n/a

PDRB

100.00

100.00

100.00

100.00

100.00

Sumber : BPS Kota Salatiga

 

Tabel di atas menunjukkan bahwa:

–          Sektor-sektor ekonomi kota Salatiga sangat potensial bagi pengembangan sektor keuangan dan perbankan dilihat dari sisi penghimpunan dana masyarakat (raising fund) dan  penyaluran dana kepada masyarakat (allocating fund), hal ini diindikasikan dengan peranan (kontribusi) masing sektor ekonomi terhadap PDRB Kota Salatiga yang didominasi oleh Sektor Jasa-jasa 24.81%, diikuti dengan sektor perdagangan, hotel dan restoran yang menyumbangkan 18.44% dan sektor Industri sebesar 17.12%.

1.     Potensi Wilayah Kota Salatiga

Letak Geografi

Kota Salatiga letaknya dikelilingi wilayah Kabupaten Semarang. Terletak antara 007.17’ dan 007.17’23 Lintang Selatan dan antara 110.27’.56,81” dan 110.32’.4,64” Bujur Timur

Salatiga terletak di ketinggian 750-850 mdpl, dan terletak di lereng timur Gunung Merbabu yang membuat daerah Salatiga menjadi lebih sejuk. Pemandangan Gunung UngaranGunung Telomoyo, dan Gunung Merbabu yang indah membuat Salatiga menjadi daerah yang indah dan spektakuler. Seluruh Wilayah Salatiga dibatasi oleh Kabupaten Semarang, antara lain di bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Pabelan, di bagian selatan berbatasan denganKecamatan Tengaran, di bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Getasan, di bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Tengaran dan Kecamatan Pabelan.

Penggunaan Lahan

Secara administratif Kota Salatiga terbagi menjadi 4 Kecamatan dan 22 kelurahan. Luas wilayah Kota Salatiga pada tahun 2009 tercatat sebesar 5.678,11 hektar atau 56.78 km2. Luas yang ada terdiri dari 798,058 hektar (10 persen) lahan sawah dan 4.880,05 hektar atau 48.8 km2 (90 persen) bukan lahan sawah.

Menurut penggunaannya, sebagian besar lahan sawah digunakan sebagai lahan sawah berpengairan teknis (46,64 persen), lainnya berpengairan setengah teknis, sederhana, tadah hujan dan lain-lain.

Berikutnya, lahan kering yang dipakai untuk tegal atau kebun sebesar 32,72 persen dari total bukan lahan sawah.

Keadaan Iklim

Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan topografi dan pertemuan/perputaran arus udara. Oleh karena itu jumlah curah hujan beragam menurut bulan dan ltak stasiun pengamat.

Curah hujan tertinggi tercatat sebesar 360mm pada bulan Januari dan hari hujan terbanyak tercatat sebesar 20 hari pada bulan Februari.

2.     Potensi Demografi dan Kependudukan

Wilayah Kota Salatiga terbagi dalam 4 Kecamatan dan 22 Kelurahan.

Keempat Kecamatan tersebut adalah:

  1. Argomulyo
  2. Tingkir
  3. Sidomukti
  4. Sidorejo

Tahun 2009, jumlah penduduk Kota Salatiga mencapai 170.024 jiwa. Jumlah penduduk perempuan lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki, ditunjukkan oleh rasio jenis kelamin (rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan sebesar 97,83.

Penduduk Kota Salatiga belum menyebar secara merata di seluruh wilayah Kota Salatiga. Umumnya penduduk banyak menumpuk di daerah perkotaan dibandingkan pedesaan. Secara rata-rata, kepadatan penduduk Kota Salatiga tercatat sebesar 2,99 jiwa per kilometer persegi.

Tahun 2009, rata-rata penduduk per rumah tangga di Kota Salatiga tercatat sebesar 3,910 jiwa.

Berikut ini distribusi kepadatan jumlah penduduk kota Salatiga berdasarkan wilayah kecamatan.

Tabel 4

DISTRIBUSI KEPADATAN JUMLAH PENDUDUK KOTA SALATIGA

BERDASARKAN WILAYAH KECAMATAN

TAHUN 2009

Kecamatan

Luas Wilayah (km2)

Jumlah Penduduk

Tingkat Kepadatan (jiwa/km2)

Argomulyo

18.53

41.816

2.257

Tingkir

10.55

41.952

3.977

Sidomukti

11.46

36.573

3.192

Sidorejo

16.25

49.683

3.058

Sumber : BPS Kota Salatiga

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa wilayah yang tingkat kepadatan penduduknya tertinggi adalah Kecamatan Tingkir yaitu sebesar 3.977 jiwa/km2. Kemudian diikuti dengan Kecamatan Sidomukti dan  Sidorejo dengan tingkatan kepadatan 3.192 dan 3.058 jiwa/km2.

POTENSI PENGHIMPUNAN DANA

Bank dalam menjalankan usahanya sebagaimana fungsinya sebagaifinancial intermediaries adalah menghimpun dana dari masyarakat (raising fund) dan menyalurkannya kembali dalam bebagai alternatif investasi (allocating fund). Sehubungan dengan fungsi penghimpunan dana ini, bank sering disebut dengan lembaga kepercayaan.

Kegiatan penghimpunan dana merupakan kegiatan pokok bank yang dapat dilihat pada sisi pasiva neraca bank. Keberhasilan bank dalam melakukan penghimpunan dana atau mobilisasi dana sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

–          Kepercayaan masyarakat pada suatu bank, tingkat kepercayaan ini dipengaruhi oleh kinerja bank yang bersangkutan, posisi keuangan, kapabilitas, integritas dan kredibilitas manajemen bank.

–          Perkiraan pendapatan yang akan diterima oleh penabung maupun deposan.

–          Jaminan keamanan atas dana nasabah yang disimpan di bank.

–          Ketepatan waktu pengembalian simpanan dana nasabah.

–          Pengelolaan dana bank yang hati-hati (prudent)

–          Pelayanan yang memadai dan memuaskan.

1.     Perkembangan Posisi Simpanan di Jawa Tengah

Kinerja Penghimpunan Dana Perbankan Jawa Tengah (Triliun Rupah)

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh perbankan Jawa Tengah tumbuh secara positif meskipun melambat dibandingan triwulan sebelumnya. Secara tahunan mengalami pertumbuhan  sebesar 13.05% sehingga menjadi Rp. 97.66 triliun. Peningkatan pertumbuhan DPK yang cukup signifikan diduga adanya target penghimpunan DPK pada akhir tahun oleh pelaku perbankan. Untuk itu industri perbankan dituntut harus intensif dan proaktif dalam promosi melalui media cetak, elektronik maupun aktif dalam kunjungan nasabah. Di samping itu daya tarik promosi undian berhadiah dan hadiah langsung dari pembukaan rekening menjadi daya tarik masyarakat dalam memilih bertransaksi di Bank.

Komposisi DPK terbesar Bank Umum di Jawa Tengah masih di dominasi oleh produk simpanan tabungan yaitu sebesar Rp. 47.03 triliun, diikuti simpanan deposito sebesar Rp. 36.24 triliun dan simpanan Giro Rp. 14,01 triliun.

abel 5

KINERJA PENGHIMPUNAN DANA PERBANKAN JAWA TENGAH

Tahun 2008-2009

(Triliun rupiah)

Indikator

Q-1 2008

Q-2 2008

Q-3 2008

Q-4 2008

Q-1 2009

Q-2 2009

Q-3 2009

Q-4 2009

DPK Total

– DPK Bank Umum

– DPK BPR

Deposito Total

– Deposito Bank Umum

– Deposito BPR

Giro

Tabungan Total

– Tabungan Bank Umum

– Tabungan BPR

74.783

69.886

4.897

28.073

25.143

2.930

12.772

33.938

31.971

1.967

78.761

73.706

5.054

29.571

26.574

2.997

2.971

36.219

34.161

2.058

81.183

76.113

5.070

32.910

29.868

3.042

11.789

36.542

34.457

2.085

86.140

80.681

5.459

33.740

30.621

3.119

12.296

40.104

37.763

2.340

90.139

84.453

5.686

36.975

33.646

3.330

14.035

39.129

36.773

2.356

92.260

86.474

6.195

37.221

33.801

3.420

14.358

40.681

38.315

2.366

93.852

87.657

6.449

37.048

33.379

3.669

14.474

42.330

39.804

2.526

97.661

91.213

6.496

36.243

32.697

3.726

14.017

47.038

44.498

2.560

Sumber: LBU dan LBPR, Bank Indonesia

2.     Perkembangan Posisi Simpanan di Kota Salatiga

Posisi simpanan dana masyarakat Kota Salatiga setiap tahunnya mengalami perkembangan yang berarti untuk berbagai jenis simpanan yang ditawarkan oleh bank.

Tabel berikut ini akan memberikan gambaran tentang posisi dan pangsa pasar DPK di Jawa Tengah:

Tabel 6

POSISI DAN PANGSA PASAR DANA PERBANKAN KOTA SALATIGA

Tahun 2009

(Triliun rupiah)

 

DPK (triliun Rp.)

Pangsa Pasar di Jawa Tengah (%)

Kabupaten Kendal

0,91

1.06%

Sumber : Bank Indonesia

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa:

a.      Posisi simpanan dana masyarakat yang ditempatkan di Bank di Kota Salatiga sebesar Rp.0,91 triliun dan pangsa pasar yaitu  1.06% di Jawa Tengah.

b.      Dana yang ditempatkan masyarakat di bank merupakan dana yang “iddle” dalam arti dana tersebut masih longgar dan belum terpakai untuk kegiatan ekonomi yang produktif. Hal ini mengindikasikan adanya peluang penyaluran dana yang optimum.

POTENSI PENYALURAN DANA

Dana yang ada pada bank baik yang berasal dari modal sendiri maupun dari dana masyarakat akan disalurkan kembali dalam bentuk kredit atau pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkannya. Bank akan memperoleh keuntungan dari spread (selisih antara suku bunga pinjaman dengan suku bunga yang diberikan bank atas simpanan berupa giro, tabungan dan deposito).

Dalam penyaluran dana berupa kredit terdapat beberapa unsur sebagai berikut:

a.      Kepercayaan, yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikannya baik dalam bentuk uang, barang, atau jasa akan benar-benar diterimanya kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.

b.      Waktu, yaitu suatu masa yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontaprestasi yang akan diterima di masa yang akan datang.

c.       Degree of risk, yaitu tingkat risiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima di kemudian hari. Semakin lama kredit diberikan semakin tinggi pula tingkat risikonya karena keterbatasan manusia untuk memprediksi masa depan.

d.      Prestasi, atau obyek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang, tetapi dapat juga berbentuk barang dan jasa. Dalam kredit perbankan  prestasi yang dimaksud adalah uang.

Di samping unsur-unsur di atas perlu juga diperhatikan mengenai analisis terhadap  potensi penyaluran dana perbankan kepada masyarakat. Oleh karena itu dalam melakukan studi kelayakan ini perlu dilihat potensi penyaluran dana dari perbankan kepada masyarakat.

Posisi dan Perkembangan Penyaluran Kredit Rupiah dan Valuta Asing di Jawa Tengah

Informasi dan data mengenai posisi dan perkembangan penyaluran kredit di Jawa Tengah akan disajikan pada bahasan berikut dibawah ini.

Tabel 7

KINERJA PENYALURAN DANA PERBANKAN JAWA TENGAH

Tahun 2008-2009

(Triliun rupiah)

Indikator

Q-1 2008

Q-2 2008

Q-3 2008

Q-4 2008

Q-1 2009

Q-2 2009

Q-3 2009

Q-4 2009

Kredit Total

a.Kredit – Bank Umum

b.Kredit – BPR

Kredit Menurut Jenis Penggunaan

a.Kredit BU & BPR Total

– Kredit Modal Kerja

– Kredit Investasi

– Kredit Konsumsi

b.Persentase thd Total Kredit(%)

– Kredit Modal Kerja

– Kredit Investasi

– Kredit Konsumsi

c.Kredit Bank Umum

– Kredit Modal Kerja

– Kredit Investasi

– Kredit Konsumsi

d.Kredit BPR

– Kredit Modal Kerja

– Kredit Investasi

– Kredit Konsumsi

LDR – Perbankan (%)

a.LDR – Bank Umum (%)

b.LDR – BPR (%)

NPL – Perbankan (%)

a.NPL – Bank Umum (%)

b.NPL – BPR (%)

Kredit UMKM

a.Skala Usaha

– Mikro

– Kecil

– Menengah

b.Sektor Ekonomi

– Pertanian

– Pertambangan

– Industri

– Air,Listrik dan Gas

– Konstruksi

– Perdagangan

– Transportasi

– Jasa Dunia Usaha

– Jasa Sosial Masyarakat

– Lain-lain

c.Jenis Penggunaan

– Kredit Modal Kerja

– Kredit Investasi

– Kredit Konsumsi

64.040

58.475

5.565

64.040

35.474

4.833

23.733

55,39

7,55

37,06

58.475

32.745

4.517

21.213

5.565

2.728

317

2.520

85,63

83,67

113,64

4,13

3,34

12,54

51.838

23.627

15.012

13.199

1.954

51

3.942

12

535

18.034

490

2.197

538

24.085

25.617

3.086

23.585

71.397

65.406

5.991

71.397

39.650

5.337

26.410

55,53

7,48

36,99

65.406

36.732

4.987

23.687

5.991

2.918

350

2.723

90,65

88,74

118,52

2,80

3,06

10,36

57.145

25.331

17.116

14.698

2.001

43

4.246

13

809

19.385

519

2.590

577

26.962

27.598

3.284

26.263

77.110

70.668

6.442

77.110

43.573

5.589

27.949

56,51

7,25

36,25

70.668

40.337

5.234

25.098

6.442

3.236

355

2.851

94,92

92,85

125,64

3,24

2,64

2,84

60.211

26.098

17.785

15.328

2.060

42

4.404

10

899

20.189

506

2.906

582

28.613

28.954

3.470

27.229

79.331

72.907

6.424

79.331

44.968

5.925

28.438

56,68

7,47

35,85

72.907

41.826

5.543

25.539

6.424

3.142

382

2.899

92,10

90,37

117,66

2,95

2,39

2,64

61.241

26.190

19.524

15.527

2.107

41

4.649

10

679

20.751

546

2.901

554

29.003

29.491

3.487

28.263

79.835

73.099

6.736

79.835

45.133

5.881

28.821

56,53

7,37

36,10

73.099

41.825

5.475

25.799

6.736

3.308

405

3.022

88,57

86,56

118,46

4,13

3,70

4,27

61.734

26.523

20.064

15.147

2.099

36

4.269

11

689

21.436

552

2.807

553

29.282

29.678

3.481

28.575

82.670

75.610

7.060

82.670

46.419

6.171

30.079

56,15

7,47

36,38

75.610

42.883

5.766

26.961

7.060

3.536

406

3.118

89,61

87,44

122,01

4,13

3,41

8,76

63.317

27.039

20.896

15.382

2.172

38

4.267

11

760

22.083

549

2.879

574

30.005

30.335

3.670

29.331

85.961

78.452

7.508

85.961

48.142

6.727

31.093

75,17

10,50

36,17

78.452

44.352

6.321

27.780

7.508

3.790

406

3.313

91,59

89,50

121.20

3,40

2,83

9,31

64.898

27.460

21.542

15.896

2.168

43

4.350

22

814

22.855

568

2.920

581

30.577

31.286

3.744

29.868

90.194

82.814

7.380

90.194

50.546

7.098

32.549

56,04

7,87

36,09

82.814

46.839

6.694

29.981

7.380

3.707

404

3.268

92,51

90,79

117,38

2,98

2,41

9,13

70.158

28.613

24.249

17.295

2.219

33

4.668

23

796

25.078

601

3.059

574

33.107

33.505

4.281

32.372

Sumber: LBU dan LBPR, Bank Indonesia

Tabel 8

INDIKATOR PERBANKAN KOTA SALATIGA

Tahun 2009

(Triliun rupiah)

 

Indikator

Pangsa Pasar Kredit di Jawa Tengah

Kredit

LDR

NPL

Kabupaten Kendal

0.62

67.37%

2.19%

0.79%

     Sumber : Bank Indonesia

Dari tabel 7 dan 8 di atas dapat disimpulkan bahwa:

a.      Rata-rata pertumbuhan penyaluran kredit perbankan di Jawa Tengah dari tahun 2008 sampai dengan 2009 adalah sebesar 13,69%

b.      Rata-rata sebesar 56,04 % penyaluran kredit perbankan adalah pada jenis kredit modal kerja. Diikuti Kredit Konsumsi dan Kredit Investasi yaitu rata-rata sebesar 36,08 % dan 7,86 %.

c.       Kota Salatiga memberikan kontribusi dalam rata-rata penyaluran kredit perbankan di Jawa Tengah sebesar 0.79%.

d.      Rata-rata pertumbuhan penyaluran kredit UMKM di Jawa Tengah  dari tahun 2008 sampai dengan 2009 adalah sebesar 14,56 %

e.      Kota Kendal memiliki nilai NPL di Jawa Tengah dengan nilai sebesar 2.19%

ANALISIS SWOT

Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strenghts) dan peluang (Oppurtunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian Kantor Fungsional Usaha Kecil dan Mikro Bank……………Salatiga harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam setiap kondisi.

1.     Faktor Kekuatan

  1. Visi dan misi perusahaan yang tegas dan jelas dalam menjalankan usaha di bidang perbankan.
  2. Komitmen manajemen dan pemilik bank dalam mengelola perusahaan yang berorientasi jangka panjang (going concern), menjalankan bisnis dunia perbankan yang menetapkan prinsip kehati-hatian (prudent) sebagai dasar pedoman kerja.
  3. Memiliki permodalan yang kuat untuk mendukung kegiatan operasional.
  4. Berpengalaman dalam penguasaan pasar perbankan di Kota Salatiga dan sekitarnya.
  5. Sumber daya manusia yang dimiliki berbasis kompetensi dan memiliki kualitas yang dapat diandalkan.
  6. Memiliki jaringan relasi bisnis yang kuat dan customer base yang dapat mendukung pemasaran produk bank.
  7. Memiliki kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi sosial budaya di Kota Salatiga.

2.     Faktor Kelemahan

  1. Pengenalan dan pemahaman masyarakat pengguna jasa perbankan terhadap UKM Bank …… masih kurang.
  2. Jaringan kerja UKM Bank …….masih terbatas.
  3. Penerapan teknologi informasi perbankan belum bisa mengimbangi fasilitas yang ditawarkan oleh Bank Umum Lainnya.
  4. Persepsi masyarakat terhadap jaminan dan kecepatan pelayanan yang masih kurang baik.

3.     Faktor Peluang

  1. Prospek dunia usaha yang semakin cerah mendorong pelaku bisnis khususnya usaha kecil dan menengah kembali mengembangkan usahanya.
  2. Dukungan,bantuan dan pembinaan dari otoritas moneter dalam hal ini Bank Indonesia yang sangat besar dalam pengembangan dan kemajuan usaha perbankan.
  3. Pertumbuhan perekonomian Kota Salatiga yang positif dan selalu meningkat dari tahun ke tahun.

4.     Faktor Ancaman

  1. Kondisi Politik dan Keamanan yang belum begitu menenangkan bagi sebagian masyarakat untuk melakukan investasi dan penanaman modal dalam usaha.
  2. Bank-bank umum mulai merambah sektor kredit mikro, retail dan konsumen, hal ini akan menambah daya saing UKM Bank ……. terhadap industri perbankan.
  3. Hadirnya lembaga keuangan bukan bank yang beroperasi layaknya sebuah bank yang menawarkan berbagai produk jasa simpanan dan pinjaman yang langsung berhadapan (head to head) dengan UKMBank …….. Salatiga.

 

PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

 

Kebutuhan Karyawan

Pada awal berdirinya sampai tahun ketiga, kebutuhan karyawan adalah sebagai berikut:

KEBUTUHAN KARYAWAN

Tahun ke-1 / 2011

Tahun ke-2 / 2012

Tahun ke-3 / 2013

1 Orang Senior Sales Officer

6 Orang Sales Officer

1 orang Loan Processing Center (LPC)

2 orang Credit Officer (CO)

1 orang Teller/Cash pick-up

1 orang Customer Service2 orang Senior Sales Officer

12 Orang Sales Officer

1 orang Loan Processing Center (LPC)

4 orang Credit Officer

1 orang Teller/Cash Pick-up

1 orang Customer Service

1 orang Field Collector

1 orang Sales Coordinator

3 orang Senior Sales Officer

18 Orang Sales Officer

2 orang Loan Processing Center (LPC)

6 orang Credit Officer

2 orang Teller/Cash Pick-up

1 orang Customer Service

3 orang Field Collector

RENCANA KERJA

  1. 1.      Lokasi Pembukaan Usaha Kecil dan Mikro Bank …….. Salatiga

Usaha Kecil dan Mikro Bank ……. Salatiga rencananya akan didirikan di Jl. Kemiri Kauman Kota Salatiga. Status kantor tersebut akansewa untuk sementara waktu dengan pertimbangan efisiensi dan efektifitas. Daerah tersebut sangat strategis karena termasuk jalan protokol utama di pusat Kota Salatiga terletak di kawasan bisnis, pemerintahan dan perdagangan utama.

  1. 2.      Penghimpunan Dana

Usaha Kecil dan Mikro Bank …… Salatiga tidak melakukan kegiatan penghimpunan dana pihak ketiga, karena kebutuhan untuk kegiatan bisnisnya sepenuhnya ditunjang dari Bank ……..

  1. 3.      Penyaluran Dana

Penyaluran dana dalam bentuk kredit merupakan produk satu-satunya dariUsaha Kecil dan Mikro Bank …… Salatiga. Dengan demikian pendapatanUsaha Kecil dan Mikro Bank …… Salatiga tergantung kepada kualitas kredit yang diberikan kepada debitur.

Adapun Usaha Kecil dan Mikro Bank …… Salatiga menawarkan produk-produk kredit Adapun Usaha Kecil dan Mikro Bank …… Salatiga menawarkan produk-produk kredit sebagai berikut:

  1. Kredit Modal Kerja
  2. Kredit Investasi
  3. Kredit Multiguna (Dana Flexibel)
  1. Kredit Modal Kerja

Fasilitas kredit modal kerja ini dimaksudkan sebagai kredit modal usaha produktif terutama di sektor perdagangan, industri kecil dan industri rumah tangga yang ada di sekitar wilayah kerjaUsaha Kecil dan Mikro Bank …… Salatiga.

  1. Kredit Investasi

Fasilitas ini digunakan bagi masyarakat pelaku usaha untuk membeli atau membiaya barang-barang produksi seperti mesin, kendaraan, bangunan usaha atau pabrik dan lahan produktif.

  1. Kredit Multiguna (dana flexibel)

Fasilitas kredit ini digunakan untuk masyarakat dalam menyediakan barang-barang, renovasi rumah, kredit kepemilikan kendaraan bermotor atau keperluan lainnya.

Dari kedua jenis kredit tersebut di atas maka direncanakan padaakhir tahun pertama operasi UKM Bank …….. Salatiga  akan menyalurkan kredit dengan outstanding sebesar Rp.17.174.231.952, dengan rincian dapat dilihat dalam lampiran.


PROYEKSI KEUANGAN

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai rencana kerja UKM Bank ….. Salatiga ini, maka pada halaman berikut dilampirkan proyeksi arus kas, rugi laba dan neraca UKM Bank ……. Salatiga selama tiga tahun ke depan. Proyeksi tersebut dihitung berdasarkan asumsi sebagai berikut:

  1. Asumsi mengenai Penghimpunan Dana

Seluruh dana diperoleh dari Rekening Antar Kantor Bank ……. ., tidak ada dana yang diperoleh dari pihak ketiga maupun pinjaman dari Bank Umum atau Lembaga Keuangan Bukan Bank lainnya.

Besarnya bunga RAK diperhitungkan sebesar 8% per tahun effektif dan suku bunga ini tidak berubah dalam analisis selama tiga tahun.

  1. Asumsi Mengenai Penyaluran Kredit

Perbandingan antara kredit produktif dan konsumtif adalah 90% berbanding 10%. Perbandingan ini tidak berubah selama tiga tahun.

Jangka waktu kredit adalah 1 bulan, 3 Bulan, 6 Bulan, 12 Bulan, 24 Bulan, 36 Bulan dan 48 Bulan. Untuk Kredit Modal Kerja dan Multiguna, sedangkan Kredit Investasi maksimum sebanyak 60 bulan. Dalam proyeksi ini jangka waktu kredit produktif rata-rata adalah selama 36 Bulan. Data ini digunakan untuk menghitung jumlah angsuran pokok yang diterima UKM Bank ….. Salatigasetiap bulan secara proporsional sesuai dengan jangka waktu kredit.

UKM Bank …… Salatiga menargetkan pencapaian saldo kredit sekitar Rp……………. dalam waktu tiga tahun. Target ini diasumsikan dapat dicapai oleh UKM Bank …. Salatigamengingat para pejabat bank di Divisi UKM dan  UKM Bank …….Salatiga adalah orang-orang yang berpengalaman di bidang perbankan dan mempunyai banyak relasi dan network diKabupaten Salatiga.

Untuk suku bunga kredit produktif UKM Bank …… Salatigamenetapkan bunga sebesar 24 % -30 % effektif per tahun. Suku Bunga ini tetap tidak berubah dalam analisis selama tiga tahun.

  1. Asumsi untuk Pendapatan

Penerimaan UKM Bank ….. Salatiga selama tiga tahun terdiri dari penerimaan bunga kredit, pendapatan provisi dan administrasi dan pendapatan lain-lain yang merupakan fee based income.

Pembebanan bunga kredit kepada debitur berupa bunga flat, sedangkan biaya provisi dan administrasi dilakukan satu kali selama jangka waktu kredit sebesar 1.5% dari maksimum kredit.

  1. Asumsi untuk Biaya

Biaya bunga RAK adalah sebesar 8% pertahun, angka ini diasumsikan tidak berubah selama tahun pertama untuk kepentingan perhitungan proyeksi ini.

Beban personalia pada tahun pertama adalah sebesar Rp 30 juta per bulan, termasuk pajak penghasilan. Setiap pegawai setiap tahun juga memperoleh tunjangan hari raya sebesar satu bulan gaji.

Biaya penyusutan dihitung secara proporsional per bulan selama umur ekonomis asset yang disusutkan. Untuk inventaris kantor dan kendaraan bermotor selama 48 bulan.

Biaya penyisihan aktiva produktif dihitung berdasarkan perkiraan kredit yang diberikan yaitu sebesar  1%.

UKM Bank ….Salatiga untuk sementara menyewa gedung di jalanJl. Kemiri Kauman Kota Salatiga sehingga dipos-kan beban sewa gedung.

Biaya operasional lainnya terdiri dari biaya overhead pada tahun pertama sebesar Rp.15.000 ribu/bulan. Biaya operasional diasumsikan meningkat kurang lebih 15% setiap tahunnya.

Berdasarkan asumsi-asumsi  tersebut di atas diperoleh hasil analisis proyeksi keuangan  UKM Bank ……. Salatiga untuk jangka waktu satu tahun dengan rincian per bulan dan tiga tahun dengan rincian setiap tahun adalah sebagai berikut:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s